MAKALAH METODE
DEMONSTRASI
Untuk
memenuhi tugas terstruktur/mandiri
Mata
kuliah SBM.SD
NAMA
:Junia fransiska
NIM :1607061289
KELAS : D7
SEMESTER :11I(TIGA)
![]() |
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PERSADA
KHATULISTIWA
SINTANG
2017
KATA PENGANTAR
Pertama saya
mengucapkan puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkah,
rahmat, dan karunia-Nya,saya dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada
waktunya.Makalah yang berjudul “Model Pembelajaran berbasis ICT” ini
disusun untuk bahan pembelajaran.
Dalam
penulisan makalah ini, berbagai hambatan telah saya alami. Sehubungan dengan
hal tersebut, saya sebagai penulis dengan ketulusan hati mengucapkan terima
kasih kepada Bapak Dwi Chayadi Wibowo,M.PD, selaku dosen Pengampu mata
kuliah Belajar Pembelajaran, yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk
menyelesaikan tugas ini, agar pengetahuan saya mengenai materi pembelajaran lebih luas. Dan
bagi para pembaca, semoga makalah ini dapat bermanfaat.
Dalam
penyusunan makalah ini, saya menyadari pengetahuan
dan pengalaman saya masih sangat terbatas. Oleh karena itu, saya mohon maaf
apabila terdapat kesalahan. Dan saya juga sangat mengharapkan adanya kritik dan
saran dari berbagai pihak yang telah membaca, agar makalah ini menjadi lebih
baik dan bermanfaat. Terima kasih.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...............................................................................................
i
DAFTAR ISI..............................................................................................................
ii
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang………………………………………………………………..........
1
B. Rumusan
Masalah…………………………………………………………….........
1
C. Tujuan
Makalah………………………………………………………………..........
1
BAB
II PEMBAHASAN
A. pengertian metode pembelajaran
……………………………………………………......1
B. pengertian metode demonstrasi dalam pembelajaran………………................................
2
C.kelebihan dan kekurangan dari metode demonstrasi ………………………………….... 3
D. tahap-tahap penerapan dari metode demonstrasi ……………………………………… 4
BAB
III PENUTUP
A. Kesimpulan………………………………………………………………….............. 5
B. Saran
...........................................................................................................................
6
DAFTAR
PUSTAKA……………………………………………………………............
7
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.LatarBelakang
Belajar merupakan proses perubahan perilaku
individu yang bersifat menetap dan merupakan hasil pengalaman dan interaksi
dengan lingkungannya.Pembelajaran merupakan proses komunikasi transaksional timbal
balik antar siswa dengan guru,siswa dengan siswa, siswa dengan sumber belajar,
pada lingkungan belajar tertentu untuk sasran tertentu.
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka belajar
harus efektif, yaitu menyenangkan dan bermakna. Karena itu perlu dikembangkan
pendekatan-pendekatan pembelajaran, model-model pembelajaran dan metode-metode
pembelajaran yang dapat diterapkan pada peserta didik secara optimal sehingga
seluruh potensi peserta didik dapat digali sehingga berguna dirinya,
masyarakatnya dan bangsanya.
Dari berbagai macam metode mengajar
yang ada, perlu diketahui bahwa tidak ada satu metode pun yang dianggap
paling baik diantara metode-metode yang lain. Tiap metode mempunyai
karakteristik tertentu dengan segala kelebihan dan kelemahan masing masing.
Suatu metode mungkin baik untuk suatu tujuan tertentu, pokok bahasan maupun
situasi dan kondisi tertentu, tetapi mungkin tidak tepat untuk situasi yang
lain. Demikian pula suatu metode yang dianggap baik untuk suatu pokok bahasan
yang disampaikan oleh guru tertentu, kadang-kadang belum tentu berhasil
dibawakan oleh guru lain. Oleh karena itu, pada makalah ini, kami akan
mengangkat salah satu metode pembelajaran yaitu metode demonstrasi.
B.Rumusan Masalah
1.Apakah pengertian metode pembelajaran?
2.Apakah pengertian dari metode demonstrasi dalam pembelajaran?
3.Bagaimanakah kelebihan dan kekurangan dari metode demonstrasi?
4.Bagaimanakah tahap-tahap penerapan dari metode demonstrasi?
B.Rumusan Masalah
1.Apakah pengertian metode pembelajaran?
2.Apakah pengertian dari metode demonstrasi dalam pembelajaran?
3.Bagaimanakah kelebihan dan kekurangan dari metode demonstrasi?
4.Bagaimanakah tahap-tahap penerapan dari metode demonstrasi?
C.Tujuan
1.Untuk memahami pengertian metode pembelajaran
2.Untuk memahami pengertian metode demonstrasi dalam pembelajaran
3.Untuk memahami kelebihan dan kekurangan dari metode demonstrasi
4.Untuk mengetahui tahap-tahap penerapan dari metode demonstrasi
1.Untuk memahami pengertian metode pembelajaran
2.Untuk memahami pengertian metode demonstrasi dalam pembelajaran
3.Untuk memahami kelebihan dan kekurangan dari metode demonstrasi
4.Untuk mengetahui tahap-tahap penerapan dari metode demonstrasi
D.Manfaat
1.Kita dapat memahami pengertian metode pembelajaran
2.Kita dapat memahami pengertian metode demonstrasi dalam pembelajaran
3.Kita dapat memahami kelebihan dan kekurangan dari metode demonstrasi
4.Kita dapat mengetahui tahap-tahap penerapan dari metode demonstrasi
1.Kita dapat memahami pengertian metode pembelajaran
2.Kita dapat memahami pengertian metode demonstrasi dalam pembelajaran
3.Kita dapat memahami kelebihan dan kekurangan dari metode demonstrasi
4.Kita dapat mengetahui tahap-tahap penerapan dari metode demonstrasi
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A.Pengertian Metode Pembelajaran
Pembelajaran adalah seperangkat peristiwa yang dirancang untuk memprakarsai, menggiatkan, dan mendukung kegiatan belajar siswa, yang secara implisit didalamnya ada kegiatan memilih, menetapkan dan mengembangkan metode untuk mencapai hasil yang diinginkan.Metode adalah suatu cara untuk menyampaikan materi pelajaran yang sesuai dengan karakterisitik dari materi pelajaran yang akan disampaikan sehingga siswa memiliki pengalaman belajar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.Metode pembelajaran merupakan cara guru dalam menyampaikan materi pembelajaran di kelas, mulai dari mempersiapkan perangkat pembelajaran, media dan alat bantu, sampai alat evaluasi yang mengarah pada upaya pencapaian tujuan pembelajaran.Oleh karenanya metode dalam rangkaian sistem pembelajaran memegang peranan yang sangat penting. Keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode pembelajaran, karena suatu strategi pembelajaran hanya mungkin dapat di implementasikan melalui penggunaan metode pembelajaran.
B.Pengertian Metode Demonstrasi
Pembelajaran adalah seperangkat peristiwa yang dirancang untuk memprakarsai, menggiatkan, dan mendukung kegiatan belajar siswa, yang secara implisit didalamnya ada kegiatan memilih, menetapkan dan mengembangkan metode untuk mencapai hasil yang diinginkan.Metode adalah suatu cara untuk menyampaikan materi pelajaran yang sesuai dengan karakterisitik dari materi pelajaran yang akan disampaikan sehingga siswa memiliki pengalaman belajar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.Metode pembelajaran merupakan cara guru dalam menyampaikan materi pembelajaran di kelas, mulai dari mempersiapkan perangkat pembelajaran, media dan alat bantu, sampai alat evaluasi yang mengarah pada upaya pencapaian tujuan pembelajaran.Oleh karenanya metode dalam rangkaian sistem pembelajaran memegang peranan yang sangat penting. Keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode pembelajaran, karena suatu strategi pembelajaran hanya mungkin dapat di implementasikan melalui penggunaan metode pembelajaran.
B.Pengertian Metode Demonstrasi
Metode
demonstrasi adalah cara penyajian dengan memeragakan suatu proses kejadian,
misalkan dalam pembelajaran tentang transportasi pada tumbuhan. Melalui
demonstrasi akan lebih jelas dipahami siswa tentang pengertian difusi dan
osmosis, karena mereka melihat secara langsung perubahan warna dari dalam
bejana setelah ditetesi tinta hitam. Peragaan suatu proses dapat dilakukan oleh
sekelompok siswa. Metode ini dapat membuat pelajaran menjadi lebih jelas dan
lebih konkrit, sehingga diharapkan siswa menjadi lebih mudah memahami.Metode
demonstrasi ini memerlukan keterampilan guru secara khusus, sehingga memerlukan
kesiapan dan perancanaan yang matang serta memerlukan waktu yang lama.
Fasilitas seperti peralatan jika tersedia harus diusahakan keberadaannnya
dengan membuat mandiri. Untuk mengatasi hal tersebut guru dapat bekerja sama
dengan guru lain. Satu hal yang harus diingat oleh guru yang akan melakukan
demonstrasi, yaitu tempat melaksanakan harus cukup tinggi sehingga proses harus
dapat diamati oleh seluruh siswa.
Adapun
pengertian demonstrasi menurut para ahli antara lain :
1. Sanjaya
(2006), dan Sumantri dan Permana (1998/1999) mengemukakan bahasa demonstrasi
adalah cara penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada
siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari
baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk tiruan yang dipertunjukkan
oleh guru atau sumber belajar lain ahli dalam topik bahasan yang harus
didemonstrasikan. Metode ini biasanya berkenaan dengan tindakan-tindakan atau
prosedur yang dilakukan, misalnya: proses mengerjakan sesuatu, membandingkan
suatu cara dengan cara lain, untuk mengetahui atau melihat kebenaran sesuatu.
2.
Winarno Surakmad (1990 : 110 ), mengemukakan
bahwa : Dengan demonstrasi sebagai metode belajar dimaksudkan bahwa seorang
pengajar atau pemimpin memperlihatkan suatu proses kepada seluruh kelompok anak
didiknya misalnya tentang cara kerjanya sebuah komputer.
3.
Roestiyah (1991 : 83 ) mengemukakan bahwa :
Demonstrasi adalah cara mengajar dimana seorang instruktur atau tim guru
menunjukkan, memperlihatkan sesuatu proses, misalnya merebus air sampai
mendidih pada suhu 1000 C, seluruh siswa dapat melihat, mengamati, mungkin
mendengar, mungkin meraba-raba dan merasakan proses yang dipertunjukkan oleh
guru tersebut.
C.Kelebihan
dan Kekurangan Metode Demonstrasi
1.Kelebihan Metode Pembelajaran Demokrasi
1.Kelebihan Metode Pembelajaran Demokrasi
a.Perhatian siswa dapat dipusatkan kepada
hal-hal yang dianggap penting oleh pengajar,
sehingga
siswa dapat menangkap hal-hal yang penting. Perhatian siswa lebih mudah
dipusatkan
pada proses belajar dan tidak tertuju pada hal lain.
b.Dapat
mengurangi kesalahan-kesalahan bila dibandingkan dengan hanya membaca atau
mendengarkan
keterangan guru karena siswa memperoleh persepsi yang jelas dari hasil
pengamatannya.
c.Bila
siswa turut aktif melakukan demonstrasi, maka siswa akan memperoleh pengalaman
praktek
untuk mengembangkan kecakapan dan keterampilan.
d.Beberapa
masalah yang menimbulkan pertanyaan pada diri siswa akan dapat dijawab pada
waktu
mengamati proses demonstrasi.
e.Penggunaan
metode demonstrasi mampu mengurangi pengertian anak yang bersifat
verbalistik
f.Memberikan kesempatan siswa untuk berfikir
secara cermat dan kritis.
g.Penggunaan metode demonstrasi dapat
memberikan pengalaman belajar bagi siswa
mengenai
langkah-langkah atau prosedur penguasaan suatu keterampilan tanggan atau
keterampilan motorik tertentu
2.Kelemahan
Metode Demonstrasi
Metode
demontrasi, apabila diterapkan dalam pembelajaran, disamping terdapat sejumlah
kebaikan, terdapat pula kelemahan-kelemahannya, antara lain:
a.Kurang efisien waktu
b.Memerlukan fasilitas yang tidak sedikit
c.Bila guru kurang menguasai materi maka ia akan memberikan keterangan yang berbelit
a.Kurang efisien waktu
b.Memerlukan fasilitas yang tidak sedikit
c.Bila guru kurang menguasai materi maka ia akan memberikan keterangan yang berbelit
belit
yang sulit dipahami
d.Demontrasi akan merupakan metode yang tidak wajar bila alat yang didemontrasikan tidak dapat diamati secara seksama oleh siswa. Misalnya: alatnya terlalu kecil, atau
d.Demontrasi akan merupakan metode yang tidak wajar bila alat yang didemontrasikan tidak dapat diamati secara seksama oleh siswa. Misalnya: alatnya terlalu kecil, atau
penjelasan tidak jelas.
e.Tidak semua hal dapat didemontrasikan didalam kelas, misalnya alat yang sangat bessar atau yang jauh berada di kelas.
f.Demontrasi menjadi kurang efektif bila tidak diikuti dengan sebuah aktifitas dimana siswa sendiri yang melakukan dan menjadikan aktivitas itu pengalaman yang berharga.
g.Bila guru kurang dapat menggunakan alat-alat peraga yang dipakai maka akan menghambat jalannya pelajaran.
h.Kadang-kadang tidak semua anak memperhatikan apa yang didemonstrasikan oleh guru.
D.Tahap-Tahap Penerapan Metode Demonstrasi
Tahap-tahap dalam penerapan metode demonstrasi adalah:
1.Perencanaan
Dalam perencanaan hal-hal yang dilakukan ialah :
a.Merumuskan tujuan yang baik dari sudut kecakapan atau kegiatan yang diharapkan dapat tercapai setelah metode demonstrasi berakhir.
b.Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan di laksanakan.
c.Memperhitungkan waktu yang di butuhkan.
d.Selama demonstrasi berlangsung guru harus intropeksi diri apakah :
1)Keterangan-keterangan dapat di dengar dengan jelas oleh siswa
2)Apakah semua media yang di gunakan telah di tempatkan pada posisi yang baik, hingga semua siswa dapat melihat semuanya dengan jelas
3)Siswa membuat catatan-catatan yang dianggap perlu
e.Menetapkan rencana penilaian terhadap kemampuan anak didik
f.Melakukan uji coba demonstrasi
2.Pelaksanaan
a.langkah pembukaan
Sebelum demonstrasi dilakukan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya:
1)Mengatur tempat duduk yang memungkinkan semua siswa dapat memperhatikan dengan jelas apa yang didemonstrasikan.
2)Mengemukakan tujuan apa yang harus dicapai oleh siswa.
3)Mengemukakan tugas-tugas apa yang harus dilakukan oleh siswa, misalnya siswa ditugaskan untuk mencatat hal-hal yang dianggap penting dari pelaksanaan demonstrasi.
b.Langkah pelaksanaan demonstrasi.
1)Memulai demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa untuk berpikir, misalnya melalui pertanyaanpertanyaan yang mengandung teka-teki sehingga mendorong siswa untuk tertarik memperhatikan demonstrasi.
2)Menciptakan suasana yang menyejukkan dengan menghindari suasana yang menegangkan.
3)Meyakinkan bahwa semua siswa mengikuti jalannya demonstrasi dengan memerhatikan reaksi seluruh siswa.
4)Memberikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari proses demonstrasi itu.
c.Langkah mengakhiri demonstrasi
Apabila demonstrasi selesai dilakukan, proses pembelajaran perlu diakhiri dengan memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan proses pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah siswa memahami proses demonstrasi itu atau tidak. Selain memberikan tugas yang relevan, ada baiknya guru dan siswa melakukan evaluasi bersama tentang jalannya proses demonstrasi itu untuk perbaikan selanjutnya.
e.Tidak semua hal dapat didemontrasikan didalam kelas, misalnya alat yang sangat bessar atau yang jauh berada di kelas.
f.Demontrasi menjadi kurang efektif bila tidak diikuti dengan sebuah aktifitas dimana siswa sendiri yang melakukan dan menjadikan aktivitas itu pengalaman yang berharga.
g.Bila guru kurang dapat menggunakan alat-alat peraga yang dipakai maka akan menghambat jalannya pelajaran.
h.Kadang-kadang tidak semua anak memperhatikan apa yang didemonstrasikan oleh guru.
D.Tahap-Tahap Penerapan Metode Demonstrasi
Tahap-tahap dalam penerapan metode demonstrasi adalah:
1.Perencanaan
Dalam perencanaan hal-hal yang dilakukan ialah :
a.Merumuskan tujuan yang baik dari sudut kecakapan atau kegiatan yang diharapkan dapat tercapai setelah metode demonstrasi berakhir.
b.Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan di laksanakan.
c.Memperhitungkan waktu yang di butuhkan.
d.Selama demonstrasi berlangsung guru harus intropeksi diri apakah :
1)Keterangan-keterangan dapat di dengar dengan jelas oleh siswa
2)Apakah semua media yang di gunakan telah di tempatkan pada posisi yang baik, hingga semua siswa dapat melihat semuanya dengan jelas
3)Siswa membuat catatan-catatan yang dianggap perlu
e.Menetapkan rencana penilaian terhadap kemampuan anak didik
f.Melakukan uji coba demonstrasi
2.Pelaksanaan
a.langkah pembukaan
Sebelum demonstrasi dilakukan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya:
1)Mengatur tempat duduk yang memungkinkan semua siswa dapat memperhatikan dengan jelas apa yang didemonstrasikan.
2)Mengemukakan tujuan apa yang harus dicapai oleh siswa.
3)Mengemukakan tugas-tugas apa yang harus dilakukan oleh siswa, misalnya siswa ditugaskan untuk mencatat hal-hal yang dianggap penting dari pelaksanaan demonstrasi.
b.Langkah pelaksanaan demonstrasi.
1)Memulai demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa untuk berpikir, misalnya melalui pertanyaanpertanyaan yang mengandung teka-teki sehingga mendorong siswa untuk tertarik memperhatikan demonstrasi.
2)Menciptakan suasana yang menyejukkan dengan menghindari suasana yang menegangkan.
3)Meyakinkan bahwa semua siswa mengikuti jalannya demonstrasi dengan memerhatikan reaksi seluruh siswa.
4)Memberikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari proses demonstrasi itu.
c.Langkah mengakhiri demonstrasi
Apabila demonstrasi selesai dilakukan, proses pembelajaran perlu diakhiri dengan memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan proses pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah siswa memahami proses demonstrasi itu atau tidak. Selain memberikan tugas yang relevan, ada baiknya guru dan siswa melakukan evaluasi bersama tentang jalannya proses demonstrasi itu untuk perbaikan selanjutnya.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
A.Kesimpulan
1.Metode pembelajaran merupakan cara guru dalam menyampaikan materi pembelajaran di kelas, mulai dari mempersiapkan perangkat pembelajaran, media dan alat bantu, sampai alat evaluasi yang mengarah pada upaya pencapaian tujuan pembelajaran
2.Metode demonstrasi adalah cara penyajian dengan memeragakan suatu proses kejadian, yang memerlukan keterampilan guru secara khusus, sehingga memerlukan kesiapan dan perancanaan yang matang serta memerlukan waktu yang lama
3.Setiap metode memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, terkhusus pada metode demonstrasi yang dibahas di atas.
4.Tahapan pelaksanaan metode demonstrasi meliputi suatu perencanaan dan pelaksanaan
1.Metode pembelajaran merupakan cara guru dalam menyampaikan materi pembelajaran di kelas, mulai dari mempersiapkan perangkat pembelajaran, media dan alat bantu, sampai alat evaluasi yang mengarah pada upaya pencapaian tujuan pembelajaran
2.Metode demonstrasi adalah cara penyajian dengan memeragakan suatu proses kejadian, yang memerlukan keterampilan guru secara khusus, sehingga memerlukan kesiapan dan perancanaan yang matang serta memerlukan waktu yang lama
3.Setiap metode memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, terkhusus pada metode demonstrasi yang dibahas di atas.
4.Tahapan pelaksanaan metode demonstrasi meliputi suatu perencanaan dan pelaksanaan
B.Saran
1.Dengan adanya makalah ini, diharapkan penulis maupun pembaca memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai metode pembelajaran demonstrasi
2.Dengan adanya makalah ini, diharapkan dapat menjadi pemahaman dan dapat menjadi bahan acuan untuk tulisan-tulisan selanjutnya.
3.Dengan adanya makalah ini, diharapkan dapat menjadi referensi bagi pembaca baik dalam permasalahan yang sama maupun tidak.
1.Dengan adanya makalah ini, diharapkan penulis maupun pembaca memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai metode pembelajaran demonstrasi
2.Dengan adanya makalah ini, diharapkan dapat menjadi pemahaman dan dapat menjadi bahan acuan untuk tulisan-tulisan selanjutnya.
3.Dengan adanya makalah ini, diharapkan dapat menjadi referensi bagi pembaca baik dalam permasalahan yang sama maupun tidak.
DAFTAR
PUSTAKA
Anonim. 2011. Strategi
Pembelajaran Metode Demonstrasi.
http://laboratorium-um.sch.id/files/BAB%20XI%20STRATEGI%20PEMBELAJARAN%20MELALUI%20%20DEMONSTRASI%20.pdf.
Diakses pada tanggal 17 Maret 2011Budinugroho, Lugtyastyono. 2011. Pengaruh Metode Belajar SQ3R dan Demonstrasi terhadap Prestasi Belajar Biologi di SMU Berbudi Gantiwarno Klaten tahun Pelajaran 2003/2004. http://lugtyastyono60.wordpress.com/2011/02/08/metode-belajar-sq3r-dan-demonstrasi-terhadap-prestasi-belajar-biologi/. Diakses pada tanggal 18 Maret 2011
Nathanael, Mariano. 2008. Pelaksanaan Pembelajaran dengan Metoda Demonstrasi dan Eksperimen untuk Pelajaran Fisika di Tingkat Satuan Pendidikan SMA. http://www.scribd.com/doc/7592769/Penerapan-Metode-Demonstrasi-Dan-Eksperimen-Dalam-Mengajar-Di-Kelas-XII-IPA. Diakses pada tanggal 17 Maret 2011
Rustaman, Nuryani Y. 2003. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Yogyakarta: JICA
Sanjaya, Wina. 2010. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group
Yuanita, Eva. 2010. Model Pembelajaran Demonstrasi. http://rhum4hnd3soq.blogspot.com/2010/10/blog-post.html. Diakses pada tanggal 18 Maret 2011
